mohon agar tidak memberi tip dalam bentuk apapun kepada petugas PT.(Persero) Pelabuhan Indonesia II, jika terjadi agar melaporkan melalui telepon 4301080 ext. 2020, 2700, 2710, 2711, 2713 pada jam kerja atau via SMS ke 08787.888.7887, 0811.8282.06 atau via FAX 437-2933, 437-4289 atau  klik disini

TG. PRIOK SIAPKAN 16 DERMAGA BAGI KAPAL MUATAN SEMBAKO DAN 3 DERMAGA BAGI KAPAL PENUMPANG
Tanggal: 2009-09-11 15:11:29
Sumber: Humas Pelb. Tg. Priok
Lokasi: Pelb Tg. Priok

     Guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan kapal bermuatan strategis menjelang lebaran 1430H/2009, manajemen Pelabuhan Tanjung Priok menyiapkan persiapan fasilitas dan petugas (Sumber Daya Manusia) serta persiapan pengaturan untuk memperlancar kegiatan bongkar muat kebutuhan pokok (beras, gula pasir, minyak goreng dan barang strategis lainnya),hewan serta embarkasi dan debarkasi penumpang kapal laut. Kesiapan Fasilitas. Fasilitas dermaga yang dipersiapkan untuk melayani kapal-kapal pengangkut barang strategis di sedaiakan 11 dermaga dengan panjang ± 2.000 M yakni dermaga 100, 101, 101 Utara, 102, 106, 107, 115, 200, 210, 211 dan ex Terminal Besi Bekas, disesuaikan dengan panjang dan draft kapalnya untuk melayani kegiatan bongkar muat terhadap kapal-kapal yang bermuatan barang strategis. Untuk perencanaan penyandaran kapal bermuatan strategis ini diperioritas dan diupayakan tidak menggangu jadual kegiatan pelayanan kapal lainnya dilakukan melalui Pusat Pelayanan Layanan Terpadu dengan waktu pelayanan selama 24 jam setiap hari maupun Posko Pengendalian selama 24 jam. Sedangkan pengawasan dan pengendalian bongkar muatnya akan ditingkatkan melalui petugas Supervisi Operasi di lapangan serta pengawasan operasi (Wasop) terhadap pergerakan alur dokumen pelayanan kapal. Pengaturan dan pengendalian ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan hambatan dan kendala yang akan muncul sebagai akibat kedatangan beberapa kapal bermuatan strategis secara bersamaan di pelabuhan yang dapat menggangu kelancaran penambatan kapal dan pendistribusian barang dari dan ke pelabuhan. Untuk itu diupayakan memprioritaskan pengguna dermaga secara optimal untuk kapal penumpang dan kapal bermuatan strategis dengan melakukian koordinasi secara dini dengan instansi terkait lainnya (perusahaan pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat/Terminal Operator, Bea dan Cukai dan Administrator Pelabuhan serta instansi terkait lainnya). Khususnya dalam penyiapan dokumen kapal lebih dini untuk keluar masuk kapal-kapal, sehingga dalam pengaturan dan perencanaan penambatan kapal di Pusat Pelayanan Satu Atap melalui permintaan pelayanan (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang/PPKB) secara online/elektronik atau web. Permintaan pelayanan dapat diajukan pengguna jasa kapan saja. Apalagi disekitar pelabuhan telah tercover dengan jaringan wireless, sehingga pengguna jasa dapat mengakses permintaan pelayanannya dengan cepat melalui area hotspot yang tersedia melalui komputer notebook-nya, tanpa harus mengakses dari kantornya. Kesiapan Pelayanan di Terminal Penumpang. Sedangkan untuk pelayanan kapal penumpang disediakan dermaga 105 dan 106 sepanjang 450 Meter, jika diperlukan akan dialokasikan tambahan dermaga 107 sepanjang 100 Meter. Diharapkan dengan penyediaan 3 unit dermaga ini, akan mampu mengantisipasi kedatangan arus kapal penumpang yang datang pada saat yang bersamaan. Untuk angkutan lebaran kali ini, ada 7 operator kapal yang dilayani di Terminal Penumpang Nusantara Pura Tanjung Priok yakni PT. Pelni mengoperasikan 15 unit kapalnya sandar di Pelabuhan Tanjung Priok dengan berbagai tujuan untuk Indonesia Barat dan Timur, PT. Prima Vista mengoperasikan 2 unit kapal tujuan Pontianak PP, PT. Sentosa Lestari Abadi 1 unit kapal tujuanPangkal Balam PP, PT. Munic Lines 1 unit kapal tujuan Banjarmasin PP, PT. Bukit Merapin 3 unit kapal tujuan Tanjung Pandan dan Pangkal Balam PP, PT. Bintang Jasa Lautan 1 unit kapal tujuan Tanjung Pandan PP dan PT. Srikandi Bahtera Nusantara 1 unit kapal tujuan Pangkal Balam. Dimana pada Lebaran tahun lalu (2008), terminal penumpang Nusantara Pura Tanjung Priok melayani sekitara 46 ribu penumpang kapal laut, diperkirakan akan terjadi kenaikan sekitar 10 %. Arus penumpang kapal sudah terlihat dalam 3 bulan terakhir tahun ini yakni Mei mencapai 24.215 orang, Juni 38.736 orang dan Juli mencapai angka 52.422 orang. Sementara itu, pelayanan penumpang disedaikan 2 unit terminal penumpang yakni Terminal Penumpang Nusantara I dan II dengan luas 7.900 M 2 dengan kapasitas 5.,000 orang, disamping ruangan tunggu VIP seluas 350 M2 dengan kapasitas daya tampung ± 50 orang. Lapangan parkir 3.680 M 2 kapasitas 150 unit kendaraan tambah dengan parkir cadangan seluas 2.000 M 2 kapasitas 140 unit kendaraan serta parkir VIP di halaman terminal I seluas 500 M2 kapasitas 40 unit kendaraan. Demi kenyamanan penumpang masuk ke Terminal Penumpang akan di pasang tenda seluas 200 M mulai dipasang sejak H-15 sd/ H+15. Terminal Penumpang ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang refresentatif seperti : ruang embarkasi dan derbarkasi ber-AC, Ruang Kesehatan, Ruang Layanan Informasi, Musholla, telepon umum/wartel, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Toilet VIP dan Umum, lampu penerangan, air bersih dan petugas keamanan sbanyak 160 personil. Bahkan penyiapan petugas dab peralatan dan sistem pemadam kebakaran baik pada sisi darat maupun sisi laut dengan 4 unit mobil pemadam kebakaran dengan 40 personil, peralatan sound system untuk penerangan layanan informasi, alat pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai, beberapa penambahan peralatan penerangan ruangan untuk kegiatan malam hari serta penyiapan generator untuk mengantisipasi adanya kemungkinan listrik padam saat kegiatan embarkasi/embarkasi pada waktu malam hari. Diharapkan dengan segala fasilitas yang ada seluruh penumpang kapal laut akan benar-benar merasa aman dan nyaman selama berada di Terminal Penumpang. Disamping itu, fasilitas pendukung lainnya yang tidak kalah pentingnya berupa penyiapan fasilitas layanan informasi angkutan lebaran, mabil ambulance serta televisi di setiap ruang tunggu sebagai sarana hiburan bagi calon penumpang kapal. Penyediaan tenaga paramedis terdiri dari 1 tenaga dokter dan 4 orang tenaga medis lengkap dengan peralatannya, penyediaan kursi dorong dan tandu serta 1 unit ambulance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan/sakit saat embarkasi dan debarkasi. Bahkan untuk menciptakan keamanan dan keamanan di Terminal Penumpang Nusantara Pura I dan II akan menambah satuan pengamanan dari unsur pengamanan yang dikoordinasikan seperti : unsur dari Kepolisian/KPPP dan Adpel/KPLP. Bahkan untuk memudahkan para penumpang memperoleh angkutan umum telah disediakan angkutan lanjutan untuk dalam kota dan luar kota, diantaranya : Bus Damri, PO. Sedya Mulya, PO. Gajah Mungkur dan PO. Tunggal Daya dan PO Tunggal Jaya. Masing-masing PO Bis menyiapkan 2 unit armadanya setiap hari dengan trayek Terminal Penumpang dengan tujuan Cirebon, Semarang, Solo, dan sekitarnya. Sedangkan angkutan dalam kota tersedia angkutan Bandar Jakarta, disamping jenis angkutan taksi sebanyak ± 40 unit armada dan ojek motor sekitar 150 unit motor dengan tariff relatif murah Rp. 5.000,-/orang dengan tujuan disekitar pelabuhan. Beberapa jenis angkutan ini, disediakan untuk memudahkan penumpang kapal untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat tujuan tanpa harus keluar terminal penumpang/pelabuhan. Sehingga penumpang kapal tinggal memilih jenis angkutan mana yang akan digunakan, sesuai dengan tujuan/daerahnya. Semua kesiapan tersebut, untuk memberikan keamanan dan kenyaman serta kelancaran mulai dari penumpang masuk wilayah kerja pelabuhan sampai dengan saat naik dan turun dari kapal hingga beralihnya dengan moda transportasi angkutan darat/angkutan lanjutan. Tidak hanya itu, penumpang kapal-pun tidak perlu khawatir untuk memnfaatkan tenaga buruh untuk mengangkut barang bawaan penumpang dari dan ke kapal, karena para buruh cangkingan ini telah dilengkapi dengan tanda khusus, baik identitas maupun seragam/pakaian buruh. Kesiapan Petugas (SDM) Dalam menunjang pelayanan kapal dan barang telah dipersiapkan pelayanan 24 jam dengan menyiapkan petugas dalam satuan tugas piket secara bergiliran, yakni: Petugas Perencanaa dan Pengendallian dan Loket Pelayanan Kapal dan Barang yang dilengkapi dengan petugas dari Bank yang ingin melakukan pembayaran pelayanan jasa kapal dan barang yang dibuka selama lebaran berlangsung serta dipersiapkan Posko Pengendalian untuk pelayanan di luarjamkerja yang dilengkapi Petugas Supervisi Operasi dipersiapkan bekerja 3 shift secara bergiliran. Disamping itu juga membentuk Posko Pengendalian Terpadu di Terminal Penumpagn Nusantara Pura dengan personil dari bebagai instansi terkait di Terminal Penumpang. Kesiapan petugas pelayanan ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan optimal kepada seluruh pengguna jasa kepelabuhanan dengan lancar, aman, tertib dan lancar.

   Language :

Counter hits : 412