mohon agar tidak memberi tip dalam bentuk apapun kepada petugas PT.(Persero) Pelabuhan Indonesia II, jika terjadi agar melaporkan melalui telepon 4301080 ext. 2020, 2700, 2710, 2711, 2713 pada jam kerja atau via SMS ke 08787.888.7887, 0811.8282.06 atau via FAX 437-2933, 437-4289 atau  klik disini

TG. PRIOK INVESTASI 4 UNIT KAPAL PEMBERSIH SAMPAH
Tanggal: 2010-07-21 09:49:41
Sumber: Humas Cabang Tg. Priok
Lokasi: Pelabuhan Tanjung Priok

     Tanjung Priok, 25 Februari 2010. Untuk menjaga kebersihan perairan dan kolam pelabuhan, pihak manajemen Cabang Pelabuhan Tanjung menginvestasi 4 unit kapal penangkap sampah yang masing-masing dapat menampung kapasitas sampah 6 M 3. Sedangkan untuk penanganan limbah kapal investasi 1 unit tongkang limbah kapasitas 300 M 3 dan 1 unit tug boat untuk mendukung pelayanan penanganan limbah kapal (reception facilities). Tambahan 4 unit kapal penangkap sampah ini, akan memperkuat armana 4 unit yang telah ada saat ini yang melakukan pembersihan di 4 birai pelabuhan. Dimana nantinya kapal penangkap sampah ini akan melakukan pembersihan sampah pada lokasi di bibir-bibir dermaga dan antara kapal. Berarti nantinya ada 2 unit kapal penangkap yang beroperasi pada masing-masing birai untuk melakukan kegiatan pembersihan sampah di perairan pelabuhan. Disamping itu, untuk penanganan sampah darat, khususnya di jalan-jalan pelabuhan, pihak pelabuhan juga menginvestasikan 1 unit mobil penyapu jalan (road sweeper) kapasitas 2,5 M 3 dengan sistem vacuum/conveyor. Hal ini tentunya kebersihan kolam, perairan dan daratan di pelabuhan akan lebih terjamin kebersihannya. Apalagi salah satu yang menjadi keluhan dari nahkoda kapal masih adanya sampah di sekitar kolam dan perairan kolam pelabuhan, dimana salah satu potensi masuknya sampah ke perairan dan kolam pelabuhan berasal dari 4 sungai yakni : Kali Japat, Sungai Tiram, Kali Lagoa dan Kali Kresek berupa sampah rumah tanggan dan industri yang langsung bermuaran ke kolam pelabuhan. Saat ini rata-rata produksi sampah yang berhasil di kumpulkan rata-rata mencapai 150 M3/perhari mulai dari sampah darat, laut dan perkantoran di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Memang kewajiban menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pelabuhan juga merupakan tanggung jawab dari operator pelabuhan, disamping menyediakan fasilitas penampungan limbah yang memadai diakibatkan dari kegiatan jasa terkait dengan kepelabuhanan. Semua investasi yang dilakukan ini dalam rangka Pelabuhan Tanjung Priok yang ramah dan berwawasan lingkungan (ecoport). Hal ini sejalan dengan yang diamanatkan dalam ketentuan internasional tentang Marpol 1973/1978 tentang Peraturan Pencegahan Pencemaran Oleh Sampah Dan Kapal, UU No. 23/97 tentang Pengelolaan Lingkunga Hidup, UU No. 17 tentang Pelayaran, PP No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan yang ditindaklanjuti Surat Edaran Kantor Adpel Utama Pelabuhan Tanjung Priok Nomor. UK.112/40/18/AD.TPK-09 tanggal 14 Desember 2009, tentang Pencegahan Pencemaran oleh Sampah. Dimana setiap kapal tidak diperkenankan membuang sampah ke laut bagi kapal-kapal yang singgah dan atau sandar di Pelabuhan Tanjung Priok diwajibkan mmbuang sampah dapur kapal di tempat penampungan sampah di atas kapal yang kemudian diambil oleh Pelabuhan Tanjung Priok untuk pengambilan sampahnya. Untuk itu setiap kapal diminta/tidak pelayanan pengambilan sampah kapalnya wajib dilakukan oleh Cabang Pelabuhan Tanjung Priok mengacu pada kesepakatan antara Pelabuhan Tanjung Priok dengan DPC INNSA JAYA No. UM. 3391/17/17/C.Tpk-2009 dan No. 007/INSA JAYA/11-09 tanggal 30 Oktober 2009 tentang Pelaksanaan Mandatory Pelayanan Sampah Kapal dilingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini, tarif pengambilan sampah kapal dalam negeri Rp. 25.000/M 3 minimal volume 3 M 3 / kujungan dan kapal luar negeri US $ 10 / M 3 minimal volume 3 M 3 / kunjungan. Pelaksanaan mandatory pelayanan sampah kapal mulai diberlakukan 2 Maret 2010.

   Language :

Counter hits : 412